Elektroda yang dicat terhubung ke modul elektronik kecil yang dapat digunakan kembali dan dikenakan di bawah pakaian. Modul ini mengumpulkan sinyal listrik dan mengirimkannya secara nirkabel ke komputer atau perangkat lain menggunakan Bluetooth.
Para peneliti menguji teknologi ini dalam beberapa situasi dunia nyata. Dalam satu percobaan, sukarelawan mengenakan elektroda yang dicat selama 12 jam selama aktivitas harian normal, dan sistem tersebut terus menerus merekam pembacaan EKG berkualitas tinggi.
Dalam uji coba lain, elektroda mempertahankan akurasinya bahkan selama berolahraga, meskipun ada gerakan dan keringat.
Tim juga menunjukkan bahwa sinyal otot yang dideteksi oleh elektroda yang dicat dapat mengontrol tangan prostetik robot tanpa memerlukan kontak fisik apa pun, menyoroti potensi teknologi ini untuk rehabilitasi canggih dan alat bantu.
Meskipun modul elektronik dirancang untuk penggunaan berulang, elektroda yang dicat itu sendiri dapat dengan mudah dicuci dan diaplikasikan kembali kapan pun diperlukan.
Satu botol tinta konduktif dapat menghasilkan banyak sensor yang dapat dikenakan selama beberapa hari atau bahkan seminggu.
Ke depannya, para peneliti berharap dapat memperluas teknologi ini di luar pemantauan sinyal listrik. Versi mendatang mungkin dapat mendeteksi bahan kimia biologis penting seperti kortisol, hormon stres, atau glukosa untuk pengelolaan diabetes.
Mereka juga mengeksplorasi aplikasi yang tidak biasa, termasuk melukis sensor pada tanaman untuk memantau kondisi lingkungan dan mempelajari bagaimana polusi atau bahan kimia memengaruhi kesehatan tanaman.
Sistem lukisan baru ini menawarkan gambaran sekilas tentang masa depan di mana perangkat medis yang dapat dikenakan tidak hanya lebih akurat dan nyaman, tetapi juga berwarna-warni, personal, dan mudah digunakan.