• Kamis, 16 Juli 2026

Banyak Pria Lansia Mengonsumsi Obat Prostat yang Tidak Lagi Mereka Butuhkan

.
Krisman Purwoko, ImpresiOnline.id
- Rabu, 15 Juli 2026 | 21:33 WIB
medscape.com
medscape.com

Hasilnya menunjukkan bahwa respons terhadap tamsulosin sangat berbeda dari satu pria ke pria lainnya. Sekitar sepertiga peserta hampir tidak mendapatkan manfaat tambahan dibandingkan dengan plasebo. Sepertiga lainnya hanya mengalami peningkatan yang moderat.

Kelompok yang jauh lebih kecil jelas mendapatkan manfaat dari melanjutkan pengobatan, sementara beberapa peserta mengalami gejala yang memburuk setelah beralih ke plasebo dan lebih memilih untuk memulai kembali pengobatan.

Menurut peneliti utama, Dr. Scott R. Bauer, temuan ini menunjukkan bahwa resep jangka panjang tidak boleh terus diberikan tahun demi tahun tanpa peninjauan.

Seiring bertambahnya usia, kesehatan seseorang berubah, obat-obatan baru ditambahkan, dan risiko efek samping meningkat.

Tamsulosin terkadang dapat menyebabkan pusing, tekanan darah rendah, jatuh, patah tulang, dan beban pengobatan tambahan, terutama pada orang dewasa yang lebih tua.

Para peneliti percaya bahwa peninjauan pengobatan secara berkala dapat membantu dokter memutuskan apakah setiap pasien masih membutuhkan tamsulosin.

Pendekatan ini dapat mengurangi obat-obatan yang tidak perlu sekaligus memastikan bahwa pria yang benar-benar mendapat manfaat dari tamsulosin melanjutkan pengobatan.

Tim juga menekankan bahwa pasien tidak boleh berhenti minum obat resep tanpa nasihat medis. Setiap keputusan untuk mengurangi atau menghentikan tamsulosin harus dibuat bersama dengan profesional kesehatan yang dapat memantau gejala dan memulai kembali pengobatan jika perlu.

Karena ini adalah studi pembuktian konsep yang hanya melibatkan 31 peserta, studi yang lebih besar diperlukan sebelum temuan tersebut dapat diterapkan secara luas.

Penelitian di masa mendatang dapat mengidentifikasi pasien mana yang paling mungkin terus mendapat manfaat dari obat tersebut dan pasien mana yang dapat menghentikannya dengan aman.

Penelitian ini diterbitkan di JAMA Network Open.

Halaman:

Editor: Krisman Purwoko

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Terkini

X